Kamis, 28 September 2017

Artikel "Perempuan Ideal"

IDEAL???

Gaya hidup perempuan masa kini  dan zaman dahulu sangatlah berbeda. Masa kini, wanita lebih cenderung meniru gaya berpakaian orang barat. Dengan celana pendek dan ketat, baju tanpa lengan, dan memakai perhiasan yang mencolok membuat perempuan masa kini merasa keren karena mengikuti trend mode. Ditambah dengan rambut yang dibentuk dengan berbagai model ataupun diberi hiasan yang menarik, perempuan zaman sekarang lebih pede untuk berpenampilan meniru orang barat. Di era modern, dan teknologi telah berkembang pesat, membuat perempuan masa kini lebih sering mempedulikan gadget mereka dari pada lingkungan sekitar. Mereka juga sering membawa kendaraan yang mewah dan elite untuk dibawa kemanapun. Tanpa mereka sadari, perlakuan merekalah yang membuat sering terjadinya pelecehan pada perempuan. Perempuan zaman sekarang juga meniru kebiasaan orang barat seperti mabuk-mabukan, memakai narkoba, merokok, dan lain sebagainya. Entah mereka tahu atau tidak, bahwa kebiasaan yang mereka lakukan menimbulkan dampak negative yang berbahaya bagi tubuh.
     Meski perkembangan zaman dan teknologi di Indonesia, ada juga wanita-wanita Indonesia yang berprestasi. Wanita-wanita tersebut dapat dikatakan sebagai perempuan ideal yang akan mengharumkan bangsa Indonesia. Dintaranya adalah Asma Nadia, dan Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati. Asma Nadia adalah penulis yang penuh talenta dan produktif yang berprestasi. Perempuan yang lahir pada 26 Maret 1972 ini, mulai tertarik pada dunia tulis menulis dimulai ketika ia menciptakan lagu di jenjang Sekolah Dasar. Asma Nadia juga pernah mendapatkan beberapa penghargaan dan hadiah sastra. Iapun pernah mendapat kejuaraan menulis ditingkat nasional. Perempuan yang berprestasi itu, merupakan pendiri Forum Lingkar Pena dan manajer Asma Nadia Publishing House.
     Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati, merupakan nama lengkap dari peneliti muda dan sosok penggerak inovator dalam bidang Ilmu pengetahuan, sains dan teknologi. Ia juga tercatat sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung. Wanita ideal ini juga aktif  dalam Kelompok Keilmuan Pengembangan dan Perencanaan Produk Teknik Kimia. Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati adalah penerima penghargaan internasional prestisius dari L'Oreal-UNESCO For Women in Science 2

     Kedua perempuan yang berprestasi itu, bisa dikatakan sebagai perempuan ideal yang dibutuhkan Indonesia. Mereka sangat pantas diberi penghargaan. Lalu bagaimana kriteria perempuan ideal yang sesungguhnya?
     Mandiri, kriteria pertama untuk perepuan ideal. Sebagai wanita, seharusnya mandiri, tidak bermanja-manjaan. Perempuan harus menunjukkan kepada dunia, bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang mandiri. Semua pekerjaan pasti dapat dilakukan sendiri. Perempuan harus yakin bahwa mereka mampu dan terus berusaha.
     Kriteria yang kedua adalah peduli. Perempuan tidak boleh hanya mempedulikan dirinya saja, namun harus mempedulikan lingkungan sekitar. Sebagai perempuan, harus peduli pada sesame, untuk menunjukkan rasa kepedulian itu, menolong sesama yang membutuhkan, mengikuti organisasi-organisasi penggiat perempuan, dan masih banyak lagi. Dengan melakukan hal itu dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
     Selanjutnya yang ketiga adalah berani. Berani adalah satu kata penuh tantangan bagi kaum perempuan. Sikap berani pada diri perempuan, kadang masih belum muncul. Rata-rata perempuan masih belum berani untuk mencoba tantangan. Padahal, rasa keberanian akan muncul seiring melewati sebuah tantangan. Kaum perempuan biasanya menyerah sebelum mencoba. Padahal tokoh perempuan yang ideal, R.A Kartini mengatakan Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.  Sebuah kalimat yang penuh makna. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa para perempuan harus berani melewati segala tantangan, karena selangkah setelah melewati tantangan, kita akan menang.
     Kriteria keempat, memiliki iman dan taqwa. Iman dan taqwa sangat dibutuhkan perempuan. Iman dan taqwa, dapat membentengi diri untuk menjauhi segala keterbahayaan yang ada. Jika di dalam diri perempuan terdapat iman dan taqwa, perempuan itu tidak akan kalah dari nafsunya sendiri. Sesungguh seseorang lebih sulit untuk mengalahkan nafsunya sendiri. Namun jika seorang perempuan mempunyai iman dan taqwa, ia akan berhati-hati dan menjaga perilakunya agar tidak melebihi batas dan tidak mengikuti hawa nafsu buruknya.
     Kelima adalah menguasai ilmu. Perempuan juga harus cerdas. Perempuan harus menguasai ilmu-ilmu, baik agama, pengetahuan umum, dan lain sebagainya. Perempuan juga berhak untuk menimba ilmu, seperti cita-cita R.A kartini. Itu juga bertujuan untuk menghormati jasa kartini. Jika kaum perempuan tidak mempergunakan waktu menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya, maka perjuangan R.A Kartini akan sia-sia.
     Keenam, mampu untuk mengendalikan emosi. Terkadang, perempuan susah untuk mengendalikan emosi. Emosi sering keluar tiba-tiba, bahkan meledak-ledak tanpa bisa di-control atau dikendalikan. Namun, perempuan yang baik adalah perempuan yang dapat mengendalikan emosinya. Memang untuk mengendalikan emosi sangat susah, namun kita harus berusaha terlebih dahulu.
     Ketujuh, mempunyai mental yang kuat. Sebagai perempuan, kita harus mempunyai mental yang kuat. Biasanya, perempuan selalu mengedepankan perasaan. Perempuan harus kuat utuk menahan perasaan. Mulai saat ini, kita harus menunjukkan pada dunia bahwa perempuan adalah manusia yang tegar dalam berbagai cobaan. Bukan manusia yang selalu mengedepankan perasaan seperti selama ini.
     Kriteria yang kedelapan adalah mampu menjaga kehormatan. Sebagai perempuan, pasti memiliki kehormatan. Semua perempuan awalnya selalu dihormati. Namun, dengan sifat dan perilaku mereka, perempuan dapat dilecehkan. Perempuan harus mengingat dan menjadikan pedoman kalimat yang dilotarkan R.A Kartini. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu satunya hal yang benar benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri. Sikap perempuanlah yang menentukan dirinya pantas dihormati atau dilecehkan.
     Selanjutnya yang kesembilan adalah memiliki sifat malu. Sifat malu telah semakin menipis diera modern ini. Gaya hidup perempuan masa kini, mencerminkan bahwa tidak ada rasa malu pada dirinya. Mereka tidak segan-segan untuk berpakaian mini, dan berperilaku tidak senonoh. Terkadang orang yang melihat perilaku mereka saja sudah merasa malu, namun kaum perempuan pengumbar aurat tidak ada sedikitpun rasa malu. Maka dari itu, kaum perempuan harus meningkatkan kembali rasa malu.
     Dan yang terakhir, memiliki sifat jujur dan sabar. Sifat jujur dan sabar seringkali terlupakan. Dalam kehidupan sehari-hari, para perempuan lebih sering mengeluh karena tidak ada kesabaran, dan seringkali berkata bohong. Padahal dengan sifat jujur dan sabar membuat hidup kita lebih tentram dan damai. Namun, untuk mempraktekkan di dalam kehidupan memang tidak semudah yang diucapkan. Perlu usaha yang mendukung agar sifat jujur dan sabar ada di dalam diri kita dan dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
     Kriteria-kriteria tersebut, sangatlah penting diterapkan untuk menjadikan kita sebagai perempuan ideal. Maka dari itu harapannya, kaum perempuan harus peka terhadap lingkungan, atau peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. Perempuan Indonesia juga harus lebih sadar akan pentingnya pendidikan seperti kesadaran R.A Kartini terhadap hak pendidikan wanita. Perempuan juga harus sopan, ramah, patuh dan lebih menjaga harga diri agar tidak dilecehkan.

     Disisi lain, R.A Kartini juga memiliki harapan untuk perempuan masa kini. R.A Kartini berharap bahwa perempuan masa kini harus pantang menyerah dalam berjuang. Sebagai perempuan, harus memiliki semangat belajar tanpa henti. Tokoh wanita itu juga menjabarkan bahwa ia berharap kaum perempuan peduli terhadap masalah sosial dan kreatif dalam berbagai kondisi.

Minggu, 10 September 2017

Puisi "Aku dan sang Pencipta"

Aku dan sang Pencipta
Ku tundukkan kepala
Disertai bacaan Tahmid, tahlil, serta Istighfar
Ku mohon pada-Mu
Tuk hapus segala dosa
Dosa semua insan di atas muka bumi
Ku hitung kata
Teresap dalam hati
Tertancapkan dalam jiwa
Tuk menjadi insan nan suci
Ku sebutkan nama kebesaran-Mu
Ku ingat slalu akan-Mu
Sholawat terucap
Tertuju pada utusan-Mu
Tuk menuju jalan kebenaran
Sepertiga malam tiba
Ku buka mata
Hati
Pikiran
Dan Jiwa
Tuk bersujud kepada-Mu
Tuk memuja-Mu
Tuk sebutkan nama kebesaran-Mu
Tuk bersyukur pada-Mu
Di hadapan-Mu
Ku pinta harapan
Dengan tadahan tangan kecilku
Berdo’a kepada-Mu
Linangan air mata tak terbendung
Jatuh
 Menodai sajadah lusuh
Ku laksanakan perintah-Mu
Tuk bersujud pada-Mu
Pada dini hari
Dalam dingin menusuk tulang
Dalam kesunyian
Ketika semua insan berbaring bermimpi indah

Dalam tidurnya

Kamis, 07 September 2017

Hanya Dia

“Hanya Dia”







Lihatlah kesana
Pandanglah dari kejauhan
Apakah itu dia?
Dia yang selalu menjadi penyemangatku?
Dia yang selalu bersamaku setiap sore?
Dia yang selalu bersamaku melihat terbenamnya matahari?
Ku pendam keinginanku
Untuk memersatukan hatiku dengannya
Ku pendam keinginanku
Untuk  melihat sepasang mata yang tajam
Namun hangat akan sinar matanya yang terpancar
Sepasang mata yang terus menumbuhkan semangatku
Namun apalah daya
Aku sudah tak mampu bersamanya
Meraih impian yang belum nyata
Mungkin
Ia sudah melupakanku
Untuk selamanya
Berjalan dengan lunglai
Melewati beberapa pematangan sawah
Yang begitu terjalnya
Mengikuti aliran sungai
Yang berliku-liku
Sambil mendengar suara arus sungai
Yang bergerumuh
Apakah itu bisa membuatku melupakannya?
Apakah itu bisa membuang semua angan-anganku bersamanya?
Sepertinya
Tidak
Aku tidak bisa melupakannya begitu saja
Ia salah satu insan manusia
Yang begitu sempurna di mataku
Dia telah menjadi penyemangat di dalam jiwaku
Dia telah menjadi penerang lubuk hatiku
Namun
Tiba-tiba
Ada satu suara memangilku
Apakah itu dia?
Apakah dia yang kurindukan?
Benarkah dia?
Aku menengok bersamaan dengan desiran angin
Angin yang berhembus sepoi-sepoi
Mengenai wajahku
Apakah itu dia?
Apakah dia tidak melupakanku?
Apakah ini hanya mimpi?
Meski aku tidak yakin bahwa itu ia
Namun
Senyum itu
Lesung pipi itu
Membuat ku yakin
Bahwa itu ia
Membuatku menggapai kembali semua angan-angan
Yang telah kubuang jauh
Di sana