Lihatlah kesana
Pandanglah
dari kejauhan
Apakah
itu dia?
Dia
yang selalu menjadi penyemangatku?
Dia
yang selalu bersamaku setiap sore?
Dia
yang selalu bersamaku melihat terbenamnya matahari?
Ku pendam keinginanku
Untuk memersatukan hatiku dengannya
Ku pendam keinginanku
Untuk
melihat sepasang mata yang tajam
Namun hangat akan sinar matanya yang
terpancar
Sepasang mata yang terus menumbuhkan
semangatku
Namun
apalah daya
Aku
sudah tak mampu bersamanya
Meraih
impian yang belum nyata
Mungkin
Ia
sudah melupakanku
Untuk
selamanya
Berjalan dengan lunglai
Melewati beberapa pematangan sawah
Yang begitu terjalnya
Mengikuti aliran sungai
Yang berliku-liku
Sambil mendengar suara arus sungai
Yang bergerumuh
Apakah
itu bisa membuatku melupakannya?
Apakah itu bisa membuang semua angan-anganku
bersamanya?
Sepertinya
Tidak
Aku
tidak bisa melupakannya begitu saja
Ia
salah satu
insan manusia
Yang begitu sempurna di mataku
Dia telah menjadi penyemangat di dalam jiwaku
Dia telah menjadi penerang lubuk hatiku
Namun
Tiba-tiba
Ada satu suara
memangilku
Apakah itu dia?
Apakah dia yang
kurindukan?
Benarkah dia?
Aku menengok bersamaan dengan desiran angin
Angin yang berhembus sepoi-sepoi
Mengenai wajahku
Apakah itu dia?
Apakah dia tidak melupakanku?
Apakah ini hanya mimpi?
Meski aku tidak
yakin bahwa itu ia
Namun
Senyum itu
Lesung pipi
itu
Membuat ku
yakin
Bahwa itu ia
Membuatku menggapai
kembali semua angan-angan
Yang telah kubuang jauh
Di sana

Mantabb�� terus berkarya
BalasHapusKereen. Lanjutkan :D
BalasHapus