IDEAL???
Gaya hidup perempuan
masa kini dan zaman dahulu sangatlah
berbeda. Masa kini, wanita lebih cenderung meniru gaya berpakaian orang barat.
Dengan celana pendek dan ketat, baju tanpa lengan, dan memakai perhiasan yang
mencolok membuat perempuan masa kini merasa keren karena mengikuti trend mode. Ditambah dengan rambut yang
dibentuk dengan berbagai model ataupun diberi hiasan yang menarik, perempuan
zaman sekarang lebih pede untuk berpenampilan meniru orang barat. Di era
modern, dan teknologi telah berkembang pesat, membuat perempuan masa kini lebih
sering mempedulikan gadget mereka dari pada lingkungan sekitar. Mereka juga
sering membawa kendaraan yang mewah dan elite untuk dibawa kemanapun. Tanpa
mereka sadari, perlakuan merekalah yang membuat sering terjadinya pelecehan
pada perempuan. Perempuan zaman sekarang juga meniru kebiasaan orang barat
seperti mabuk-mabukan, memakai narkoba, merokok, dan lain sebagainya. Entah
mereka tahu atau tidak, bahwa kebiasaan yang mereka lakukan menimbulkan dampak negative yang berbahaya bagi tubuh.
Meski
perkembangan zaman dan teknologi di Indonesia, ada juga wanita-wanita Indonesia
yang berprestasi. Wanita-wanita tersebut dapat dikatakan sebagai perempuan
ideal yang akan mengharumkan bangsa Indonesia. Dintaranya adalah Asma Nadia,
dan Dr. Made Tri Ari Penia Kresnowati. Asma Nadia adalah
penulis yang penuh talenta dan produktif yang berprestasi. Perempuan yang lahir
pada 26 Maret 1972 ini, mulai tertarik pada dunia tulis menulis dimulai ketika
ia menciptakan lagu di jenjang Sekolah Dasar. Asma Nadia juga pernah
mendapatkan beberapa penghargaan dan hadiah sastra. Iapun pernah mendapat
kejuaraan menulis ditingkat nasional. Perempuan yang berprestasi itu, merupakan
pendiri Forum Lingkar Pena dan manajer
Asma Nadia Publishing House.
Dr.
Made Tri Ari Penia Kresnowati, merupakan nama lengkap dari peneliti muda
dan sosok penggerak inovator dalam bidang Ilmu pengetahuan, sains dan
teknologi. Ia juga tercatat sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung. Wanita
ideal ini juga aktif
dalam Kelompok Keilmuan Pengembangan dan Perencanaan Produk Teknik Kimia. Dr.
Made Tri Ari Penia Kresnowati adalah penerima
penghargaan internasional prestisius dari L'Oreal-UNESCO For Women in Science 2
Kedua
perempuan yang berprestasi itu, bisa dikatakan sebagai perempuan ideal yang
dibutuhkan Indonesia. Mereka sangat pantas diberi penghargaan. Lalu bagaimana
kriteria perempuan ideal yang sesungguhnya?
Mandiri,
kriteria pertama untuk perepuan ideal.
Sebagai wanita, seharusnya mandiri, tidak bermanja-manjaan. Perempuan harus
menunjukkan kepada dunia, bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang
mandiri. Semua pekerjaan pasti dapat dilakukan sendiri. Perempuan harus yakin
bahwa mereka mampu dan terus berusaha.
Kriteria
yang kedua adalah peduli. Perempuan
tidak boleh hanya mempedulikan dirinya saja, namun harus mempedulikan
lingkungan sekitar. Sebagai perempuan, harus peduli pada sesame, untuk
menunjukkan rasa kepedulian itu, menolong sesama yang membutuhkan, mengikuti
organisasi-organisasi penggiat perempuan, dan masih banyak lagi. Dengan
melakukan hal itu dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama dan
lingkungan sekitar.
Selanjutnya
yang ketiga adalah berani. Berani
adalah satu kata penuh tantangan bagi kaum perempuan. Sikap berani pada diri
perempuan, kadang masih belum muncul. Rata-rata perempuan masih belum berani
untuk mencoba tantangan. Padahal, rasa keberanian akan muncul seiring melewati sebuah
tantangan. Kaum perempuan biasanya menyerah sebelum mencoba. Padahal tokoh
perempuan yang ideal, R.A Kartini mengatakan “Jangan biarkan penyesalan datang karena
kamu selangkah lagi untuk menang….”
Sebuah kalimat yang penuh makna. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa para
perempuan harus berani melewati segala tantangan, karena selangkah setelah
melewati tantangan, kita akan menang.
Kriteria keempat, memiliki iman
dan taqwa. Iman dan taqwa sangat dibutuhkan perempuan. Iman dan taqwa, dapat
membentengi diri untuk menjauhi segala keterbahayaan yang ada. Jika di dalam
diri perempuan terdapat iman dan taqwa, perempuan itu tidak akan kalah dari
nafsunya sendiri. Sesungguh seseorang lebih sulit untuk mengalahkan nafsunya
sendiri. Namun jika seorang perempuan mempunyai iman dan taqwa, ia akan
berhati-hati dan menjaga perilakunya agar tidak melebihi batas dan tidak
mengikuti hawa nafsu buruknya.
Kelima adalah menguasai ilmu. Perempuan
juga harus cerdas. Perempuan harus menguasai ilmu-ilmu, baik agama, pengetahuan
umum, dan lain sebagainya. Perempuan juga berhak untuk menimba ilmu, seperti
cita-cita R.A kartini. Itu juga bertujuan untuk menghormati jasa kartini. Jika
kaum perempuan tidak mempergunakan waktu menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya,
maka perjuangan R.A Kartini akan sia-sia.
Keenam, mampu untuk mengendalikan emosi.
Terkadang, perempuan susah untuk mengendalikan emosi. Emosi sering keluar
tiba-tiba, bahkan meledak-ledak tanpa bisa di-control atau dikendalikan. Namun, perempuan yang baik adalah
perempuan yang dapat mengendalikan emosinya. Memang untuk mengendalikan emosi
sangat susah, namun kita harus berusaha terlebih dahulu.
Ketujuh, mempunyai mental yang kuat. Sebagai
perempuan, kita harus mempunyai mental yang kuat. Biasanya, perempuan selalu
mengedepankan perasaan. Perempuan harus kuat utuk menahan perasaan. Mulai saat
ini, kita harus menunjukkan pada dunia bahwa perempuan adalah manusia yang
tegar dalam berbagai cobaan. Bukan manusia yang selalu mengedepankan perasaan
seperti selama ini.
Kriteria
yang kedelapan adalah mampu menjaga
kehormatan. Sebagai perempuan, pasti memiliki kehormatan. Semua perempuan
awalnya selalu dihormati. Namun, dengan sifat dan perilaku mereka, perempuan
dapat dilecehkan. Perempuan harus mengingat dan menjadikan pedoman kalimat yang
dilotarkan R.A Kartini. “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu.
Tapi satu –
satunya hal yang benar –
benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri….” Sikap perempuanlah yang menentukan
dirinya pantas dihormati atau dilecehkan.
Selanjutnya
yang kesembilan adalah memiliki sifat
malu. Sifat malu telah semakin menipis diera modern ini. Gaya hidup perempuan
masa kini, mencerminkan bahwa tidak ada rasa malu pada dirinya. Mereka tidak
segan-segan untuk berpakaian mini, dan berperilaku tidak senonoh. Terkadang
orang yang melihat perilaku mereka saja sudah merasa malu, namun kaum perempuan
pengumbar aurat tidak ada sedikitpun rasa malu. Maka dari itu, kaum perempuan
harus meningkatkan kembali rasa malu.
Dan
yang terakhir, memiliki sifat jujur dan sabar. Sifat jujur dan sabar seringkali
terlupakan. Dalam kehidupan sehari-hari, para perempuan lebih sering mengeluh
karena tidak ada kesabaran, dan seringkali berkata bohong. Padahal dengan sifat
jujur dan sabar membuat hidup kita lebih tentram dan damai. Namun, untuk
mempraktekkan di dalam kehidupan memang tidak semudah yang diucapkan. Perlu
usaha yang mendukung agar sifat jujur dan sabar ada di dalam diri kita dan
dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Kriteria-kriteria
tersebut, sangatlah penting diterapkan untuk menjadikan kita sebagai perempuan
ideal. Maka dari itu harapannya, kaum perempuan harus peka terhadap lingkungan,
atau peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. Perempuan Indonesia juga harus lebih
sadar akan pentingnya pendidikan seperti kesadaran R.A Kartini terhadap hak
pendidikan wanita. Perempuan juga harus sopan, ramah, patuh dan lebih menjaga
harga diri agar tidak dilecehkan.
Disisi lain, R.A Kartini juga memiliki
harapan untuk perempuan masa kini. R.A Kartini berharap bahwa perempuan masa
kini harus pantang menyerah dalam berjuang.
Sebagai perempuan, harus memiliki semangat belajar tanpa henti. Tokoh wanita
itu juga menjabarkan bahwa ia berharap kaum perempuan peduli terhadap masalah
sosial dan kreatif dalam berbagai kondisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar